Israel Serang Kapal Kemanusiaan Korban Tewas Dikabarkan Capai 19 Orang

 

Jakarta – Hingga kini, jumlah korban tewas akibat serangan tentara Israel terhadap para penumpang kapal Mavi Marmara masih simpang siur. Informasi terkini, ada 19 penumpang kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza itu yang tewas.

TV Al Jazeera memberitakan melalui running text bahwa korban tewas mencapai 19 orang. “Berdasarkan sumber berita di Israel, 19 orang tewas dalam serangan di atas kapal tersebut,” demikian berita tersebut, Senin (31/5/2010) pukul 17.00 WIB.

Belum ada pihak yang bisa memastikan berapa jumlah korban tewas. Namun, Israel memastikan pihaknya melakukan penembakan dengan peluru tajam, karena sebelumnya tentaranya dikeroyok oleh para penumpang kapal.

http://www.detiknews.com

Israel menyerang kapal Mavi Marmara yang ditumpangi sekitar 700 relawan dari banyak negara itu saat masih berada di kawasan laut internasional. Kini, kapal itu dibawa pihak Israel ke sebuah pelabuhan. Mavi Marmara adalah satu dari 6 kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Ada 12 warga negara Indonesia yang menjadi penumpang kapal. Hingga kini, nasib 12 WNI itu belum jelas. Namun, ada kabar bahwa seorang WNI juga terkena tembakan. Tapi, kabar ini belum bisa dikonfirmasi.

(asy/nrl)

Dua Langkah Hukum untuk Menghukum Israel
Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta – Masyarakat internasional marah dan mengecam atas tindakan militer Israel yang melakukan penembakan para penumpang kapal Freedom Flotilla yang sejatinya adalah para relawan kemanusiaan. Apa yang bisa dilakukan untuk membuat Israel jera?

“Ada dua langkah hukum yang sangat perlu dilakukan,” kata ketua presidium Mer-C, Jose Rizal Jurnalis dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (7/6/2010).

Dua langkah hukum tersebut, menurut Jose yang pertama yakni mengadukan Israel ke Human Right Commission of United Nation. “Hal ini bisa dilakukan oleh NGO,” imbuh Jose.

Langkah hukum kedua, menurut pria yang berprofesi sebagai dokter ini adalah mengadukan Israel ke Mahkamah Internasional. Hal ini bisa dilakukan oleh negara.

Jose pun meminta agar pemerintah Indonesia melakukan upaya hukum kedua tersebut. “Kita dorong pemerintah untuk melakukan hal ini,” kata Jose.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mendesak kepada negara-negara peserta Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk memobilisasi seluruh elemen global bukan hanya mengutuk tindakan keji dan pengecut Israel. Indonesia juga minta Israel bertanggung jawab terhadap tindakannya dan memastikan pengakhiran blokade yang dilakukan oleh Israel atas jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam pertemuan darurat OKI tingkat Menteri Luar Negeri yang diselenggarakan di markas besar OKI di Jeddah, Saudi Arabia, Minggu (6/6/2010).

Menlu juga menyerukan kepada seluruh masyarakat dunia khususnya peserta OKI untuk tidak hanya menyampaikan kata-kata saja, melainkan langkah tegas menyikapi tindakan Israel yang menyerang sukarelawan kemanusiaan.

(anw/dev)

http://www.detiknews.com

About hadamrica

unpredictable, always happy, interested in social-politics, in magister communication programe

Posted on June 8, 2010, in konflik gaza. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: